BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumlah Pengunjung Blog

Kamis, 11 Juni 2009

CARA MENILAI MAKALAH

Sumber : http://rahard.wordpress.com/2007/01/12/cara-saya-menilai-makalah/

Cara Menilai Makalah biasanya mencakup Hal-Hal sebagai berikut


1. Originalitas
2. Tingkat kesulitan
3. Penggunaan Bahasa
4. Clarity
5. Penggunaan standar
6. Penggunaan referensi
7. Penyajian gambar, grafik, dan secara keseluruhan


Sumber : http://rahard.wordpress.com/2007/01/12/cara-saya-menilai-makalah/

Cara Menilai Makalah biasanya mencakup Hal-Hal sebagai berikut


1. Originalitas
2. Tingkat kesulitan
3. Penggunaan Bahasa
4. Clarity
5. Penggunaan standar
6. Penggunaan referensi
7. Penyajian gambar, grafik, dan secara keseluruhan



1. Originalitas

Aspek originalitas terkait dengan isi topik yang dipilih oleh sang penulis. Jika ide yang ditulisnya merupakan ide yang baru, nilainya lebih tinggi. Tentu saja tidak semua tulisan ilmiah harus merupakan ide yang baru. Ide yang lamapun boleh, jika maksudnya adalah untuk menjelaskan dengan lebih baik. Hanya saja nilainya tidak setinggi ide yang baru. Nilai yang cukup tinggi juga adalah ide yang jarang disentuh oleh penulis lain. Bisa jadi idenya tidak baru akan tetapi jarang dieksplorasi, sehingga dapat dikatakan “original” juga.

2. Tingkat kesulitan

Aspek “tingkat kesulitan” menunjukkan sejauh mana sang penulis melakukan eksplorasi. Ada karya tulis yang sekedar menuliskan ulang (terjemahan persis), ada yang menuliskan ulang akan tetapi dengan cara dia sendiri (ada aspek pemahaman - siapa tahu cara penulisan dia lebih baik dari penulis dan bahkan penemunya), ada yang melakukan eksperimen, ada yang melakuan sintesa dari beberapa ide orang lain, ada yang melakukan analisis terhadap sebuah topik, dan ada yang melakukan lebih dari itu semua.


3. Penggunaan Bahasa

Aspek “bahasa” terkait dengan penggunaan bahasa, yang umumnya adalah Bahasa Indonesia. Termasuk di dalam penilian ini adalah bagaimana cara penulis menggunakan istilah asing, ketepatan dalam memilih kata, dan seterusnya. Ternyata ini tidak mudah. Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan paragraf yang terlalu panjang. Saya pernah menilai sebuah makalah dimana dalam satu halaman hanya ada satu paragraf! Lebih jauh lagi, satu ada satu kalimat yang menggunakan hampir sepuluh koma! Pusing membacanya.

4. Clarity

Aspek “clarity” (saya tidak tahu terjemahan yang pas) menunjukkan seberapa jelas sang penulis menyampaikan idenya. Kadang-kadang saya menemukan tulisan yang sangat bagus dalam menyampaikan idenya! Luar biasa. Bahkan saya dapat belajar dari tulisan tersebut. Percuma kita membuat sebuah makalah yang isinya membingungkan. Yang repot adalah jika kita harus menjelaskan sebuah topik yang memang sulit untuk dijelaskan, seperti misalnya topik algoritma kriptografi yang sarat dengan matematika.

5. Penggunaan standar

Aspek “penggunaan standar” saya terapkan karena makalah di dunia akademik harus mengikuti standar penulisan. Ada beragam standar yang bisa dipilih, seperti IEEE dan ACM. Anda tinggal memilih. Yang penting adalah konsisten dengan sebuah standar. Ini tercermin dari penomoran bab, sub-bab, halaman, dan seterusnya.

6. Penggunaan referensi

Penggunaan referensi sudah saya singgung pada tulisan di blog sebelumnya. Aspek ini sangat penting dalam sebuah karya ilmiah. Seringkali, pertama kali saya baca sebuah karya ilmiah, saya lihat bagian referensinya dahulu. Jika referensi sudah kacau balau dapat diperkirakan tulisan akan kacau juga. Yang mudah diperiksa dari aspek referensi ini adalah cara penulisan dan penggunaannya.

7. Penyajian gambar, grafik, dan secara keseluruhan

Aspek “penyajian gambar” saya gunakan sebagai nilai bonus untuk menambah nilai bagi yang berada di perbatasan nilai. Di aspek ini saya melihat bagaimana penulis menggunakan gambar, mengutip sumbernya, menyajikan tabel, menuliskan persamaan matematik, dan hal lain yang bersifat visual.

Aspek “bahasa”, “clarity“, “standar”, dan “referensi” saya jadikan satu dan dirata-rata. Angkanya kemudian saya tambahkan dengan “originalitas” dan “kedalaman (tingkat kesulitan”) dan dibagi tiga. Setelah itu saya tambah dengan nilai “penyajian gambar” (maksimum 1 poin dari skala 100) untuk yang nilainya di perbatasan.

Demikianlah cara saya menilai sebuah makalah. Mudah-mudahan bermanfaat.

0 komentar: